12 November 2009

Berapa lama kita dikubur? Untuk Renungan

> ..::Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah DENDAM. Jika



kebaikan


> dibalas kebaikan itu adalah PERKARA BIASA. Jika kebaikan dibalas


> kejahatan,itu adalah ZALIM. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu


adalah


> MULIA & TERPUJI::..


>


> "Tutuplah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menutupi


> keburukan-keburukanmu" (Rabi'ah Al-Adawiyah)


>


>


>


>


>


>


>


>


> Semoga bermanfaat.......


> Berapa lama Kita dikubur?


>


> Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di


> atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.


>


> Baju merahnya yg besar melambai-lambai di tiup angin. Tangan kanannya


> memegang ice-krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk


dicicapi,


> sementara tangan kirinya mencengkam Ikatan sabuk celana ayahnya..


>


> Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak


ke


> kanan & kemudian duduk Di atas tembok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad


> 19-10-1915: 20- 01-1965"


>


> "Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat


wajah


> ayahnya, lalu meniru gaya tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut


> memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk


> Neneknya...


>


> "Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk


> sambil tersenyum, sambil memandang pusara Ibu-nya.


>


> "Hmm, bererti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak


> sambil matanya mengira dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam


> kubur 42 tahun ..... "


>


> Yani menoleh kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di


> samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad


Zaini:19-02-1882


> : 30-01-1910"


>


> "Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya


> menunjuk nisan bersebelahan kubur neneknya.. Sekali lagi ayahnya


mengangguk.


> Tangannya terangkat mengusap kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa


> ndhuk( anak perempuan) ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.


>


> "Hmmm, ayah kan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan


> kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta


> persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"


>


> Ayahnya tersenyum, "Lalu?"


> "Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun


> dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun


> nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani bersinar kerana bisa


> menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.


>


> Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya


cemas


> ......


>


> "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.


>


> Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya,


> memikirkan apa yang dikatakan anaknya...


>


> 42 tahun hingga sekarang....kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun


> disiksa .. atau bahagia dikubur ..... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air


> mata...


>


> Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun


> lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?


> 'Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un' .... Air matanya semakin banyak


> menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke


> depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan


> disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?


> Tahankah? padahal melihat adegan pameran dipukuli masa di tv kemarin ia


dah


> tak tahan?


>


> Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya mengangkat, setinggi bahunya


naik


> turun tak teratur..... air matanya semakin membanjiri pipi dan


janggutnya...


>


> "Allahumma as aluka khusnul khootimah".. berulang Kali di bacanya DOA itu


> hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk


> Yani.


>


> Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu.. Di betulkannya


> selimutnya.. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat


> berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah


kehidupan...


> Dan apa yang akan datang di depannya...


>


> "Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."

>


> "Sebarkanlah walau hanya 1 ayat"

>

>

No comments:

Post a Comment

cadangan@ulasan